Bandarlampung,extreme.co.id-Warga Minta Kapolresta Bandar Lampung Laksanakan Razia Potong Knalpot Racing Pada SMP/SMA/SMK YP GAJAH MADA, Sebab adanya knalpot Racing/Brong sangat mengganggu ketertiban lingkungan, Sabtu 6 Januari 2024.

Maraknya penggunaan sepeda motor berbagai macam jenis menggunakan knalpot racing yang melintas di jalan Damai 6 Kelurahan Tanjung Senang Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban warga karena suara knalpot sangat bising dan meresahkan.

Pengguna knalpot racing yang sangat bising mengganggu ketentraman dan ketertiban warga sekitar seolah pihak Yayasan Pendidikan Gajah Mada Bandar Lampung tersebut terkesan apatis dan tak bersikap, alasan ini memiliki dasar sebab mayoritas pengguna motor berknalpot racing merupakan Siswa SMA/SMK YP Gajah Mada Bandar Lampung yang memarkirkan kendaraannya dihalaman parkir belakang sekolah, Untuk Siswa SMP memarkirkan sepeda motornya di warung sekitar sekolah, karena siswa SMP belum diizinkan oleh pihak sekolah membawa sepeda motor.

Anisa (52) Warga RT.03 Lingkungan 1 Kelurahan Tanjung Senang Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung, Saat memberikan keterangan kepada Portal Berita Extreme.co.id Sabtu,(6/1/2024) berharap kepada Kapolresta Bandar Lampung untuk dapat dengan segera melakukan Razia potong Knalpot racing disekitar SMP/SMA/SMK YP Gajah Mada Bandar Lampung.

“Saya berharap Kapolresta Bandar Lampung melalui Kasatlantas Polresta Bandar Lampung untuk dapat dengan segera melakukan Razia potong knalpot racing disekitar SMP/SMA/SMK YP Gajah Mada , sebab pengguna knalpot racing yang melintas di jalan Damai 6 Kelurahan Tanjung Senang Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung ini sudah sangat keterlaluan suara knalpot nya sangat bising sekali,” ujar ibu Anisa

Diharapkan dengan Razia potong knalpot dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga sekitar sekolah dan memberikan Shock terapi kepada pengguna sepeda motor berknalpot bising.

Penggunaan knalpot bising sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 285 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 3 dapat dikenakan hukuman penjara satu bulan atau denda maksimal Rp250 juta.

 

(WAKAPERWIL LAMPUNG)

Iklan