Bolsel,extreme.co.id-Kisa piluh yang di ceritakan oleh seorang ibu asal Desa Bakid, kecamatan Helumo, kabupaten Bolsel, saat bertemu awak media atas apa yang baru saja terjadi kehilangan anaknya almarhum Romin tangia.

Lelin tangia menuturkan bahwa benar atas peristiwa yang baru saja menimpah keluarganya tentang kematian adik kandungnya almarhum Romin tangia.

“Dan dari setiap masyarakat yang mendapat musibah kecelakan serta kematian di daerah kabupaten bolsel yang memiliki kartu BPJS ketenagakerjaan maka wajib akan menerimah dana bpjs ketenagakerjaan sebanyak 42 juta dan dana santunan duka sebanyak 3 juta rupiah”, tuturnya.

“Namun hal itu berbeda dengan apa yang barusaja terjadi kepada keluarga atau ibu kandung saya Rasmin lamusu, selaku ahli waris yang berhak menerimah santunan tersebut”, lanjutnya.

Lelin tangia menjelaskan kalau dana BPJS ketenagakerjaan yang seharusnya di serahkan oleh sangadi/Kepala Desa dan sekertaris Desa Bakida tersebut, 42 juta rupiah, bukan 30 juta rupiah yang di serahkan kepada ibu saya”, lanjut Lelin tangia saat di konfirmasi.

Selanjutnya juga menuturkan bahwa, “dana santunan duka 3 juta rupiah tersebut kalau kami selaku pihak keluarga yang berduka sama sekali tidak menerimahnya”, paparnya.

“Dan dana tersebut telah kami cek ke pihak bank bahwa dana tersebut telah di tarik oleh oknum Sekertaris Desa Bakida sendiri dan tidak di serahkan kepada ibu saya”, jelasnya.

“Dimana pemerintah desa bakida hanya menyodorkan surat yang harus di tanda tangani oleh ibu saya setelah menyerahkan uang 30 juta rupiah untuk tidak keberatan atas pemotongan dana BPJS ketenagakerjaan sebanyak 12 juta dan dana santunan duka sebanyak 3 juta rupiah”,tutur Lelin tangia dengan nada sedih.

“karna kami selaku anak tidak di libatkan untuk mendampingi ibu saya dalam penyerahan dana tersebut oleh sangadi dan sekertarisya”, pungkasnya.

Selanjutnya saat di konfiirmasi oleh media terhadap oknum Sangadi dan Sekertaris Desa Bakida tidak meberikan tanggapan upaya konfirmasinya.

Maka upaya konfirmasi di lakukan kepada Camat Helumo yang menuturkan, “kalau persoalan tersebut akan saya tindak lanjuti, karna ini menyangkut citra dan kepentingan serta keluhan masyarakat saya”, tutur Camat Helumo Midyan katili, S.pd., saat di konfirmasi melalui telpon selulernya.

 

 

(Tommy)

Iklan