Bandarlampung,extreme.co.id-Beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Waydadi dan Kelurahan Waydadi Baru, Kecamatan Sukarame mendesak Pemkot Bandarlampung melakukan sosialisasi pembangunan lahan eks Hutan Kota Bandar Lampung. Ini seiring adanya pengurukan dan rencana pembangunan kawasan bisnis di lahan eks hutan kota depan SMAN 5 Bandarlampung dan SMPN 29 Bandarlampung.

“Kami harap Pemkot Bandarlampung beserta jajaran Camat-Lurah dapat memfasilitasi agar pihak owner atau pengusaha melakukan sosialisasi rencana pembangunan kawasan bisnis pembangunan di kawasan tepatnya yang berlokasi di depan SMPN 29 Bandarlampung dan SMAN 5 Bandarlampung,” tutur tokoh masyarakat Way Dadi Baru yang juga mantan Sekretaris Daerah Pemkab Tulang Bawang, H. Darwis Fauzi, Senin, 8 Januari 2024.

Adapun materi sosialisasi mencakup site plan pembangunan. Serta dokumen izin bangunan dan Amdal (Andal/RKL/RPL). Hal ini dikarenakan pembangunan ini dikhawatirkan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial. Mulai dari rumah warga, sarana pendidikan hingga rumah ibadah dan lainnya.

“Misalnya jika tidak ditata dan dikelola dengan baik, maka akan terjadi banjir besar di wilayah sekitar,” tegas Darwis Fauzi lagi didampingi tokoh masyarakat lainnya seperti Hilman Kaliat, Kaput Rusyadi, M.Syafei dan Yadi.

Selain itu, pihak pengusaha diharapkan melibatkan partisipasi warga dalam pembangunan. Serta memberi informasi yang transparan. Seperti nama perusahaan yang bertanggung jawab pelaksanaan kegiatan proyek serta bangunan apa yang akan didirikan.

”Kami juga ingin mempertanyakan apakah pembangunan ini sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) yang disebut juga sebagai Urban Planning atau Urban Land use Plan yang merupakan dukumen rencana tata ruang wilayah kota yang dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Pemkot Bandarlampung dan Pemprov Lampung,” pungkasnya kepada Portal Berita Extreme.co.id, Senin (8/1/2024)

Warga di dua kelurahan Way Dadi dan kelurahan Way Dadi Baru Kecamatan Sukarame itu saat ini dihantui bahaya banjir. Hal itu disebabkan alih fungsi di bekas lahan hutan kota, tepatnya di depan SMAN 5 dan SMPN 29 Bandar Lampung. Saat ini sedang dilakukan pengurukan tanah yang cukup tinggi di atas bangunan yang ada di sekitarnya.dengan ketinggian mencapai sekitar 3 – 4 meter hingga rata dengan permukaan badan jalan Soekarno – Hatta (ByPass).

Sementara dampak buruk dari pengurukan bekas lahan Hutan Kota ini yang menjadi kekhawatiran bagi warga masyarakat Kelurahan Way Dadi dan Kelurahan Way Dadi Baru Kecamatan Sukarame, karena dengan intensitas curah hujan tergolong tinggi saat ini maka wilayah permukiman warga berpotensi mengalami kebanjiran, lahan Hutan Kota yang selama ini menampung serapan air hujan, sekarang tidak lagi demikian.

Keluhan masyarakat Kelurahan Way Dadi dan Way Dadi Baru ini mendapatkan tanggapan dari Caleg DPR RI dari Partai Golkar, M. Alzier Dianis Thabranie bahwa yang bersangkutan sangat merespon apa yang menjadi kekhawatiran warga.

Semestinya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung mengkaji ulang tentang perizinan untuk alih fungsi lahan Hutan Kota tersebut, pengurukan yang telah dilakukan berpotensi dapat merugikan masyarakat sekitar, terutama yang berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan,”ujar Alzier Senin (8/1/2024).

Alzier juga berharap agar Pemerintah Kota maupun Provinsi untuk dapat meninjau kondisi di lapangan, apakah pengurukan yang telah dilakukan sesuai dengan perijinan yang ada atau tidak, sebab sepertinya pengguna lahan ex Hutan Kota juga tidak membangun saluran pembuangan air, sehingga dimungkinkan pada saat terjadi hujan lebat maka jelas wilayah permukiman warga bakal terjadi banjir.

 

(Suherman – Bandar Lampung)

Iklan