Karo,extreme.co.id-Distribusi air bersih dari PDAM Tirtanadi Berastagi Kabupaten Karo Sumut, kembali tersendat-sendat sudah 3 Bulan lebih dirasakan warga kawasan jalan deliplantir kecamatan merdeka kabupaten karo provinsi sumatera utara, Minggu 31 Desember 2023.

Kondisi kesusahan air bersih diakui, sudah lebih tiga bulan hidupnya tersendat-sendat ibarat kata, untuk memenuhi kebutuhan air bersih harus begadang tiap malam, itupun kalau hidup.

Ini terjadi sejak Rabu 25/10/2023 pukul 12.45 WIB, sampai Sabtu 23/12/2023 dan Minggu 24/12/2023 sampai Sabtu 30/12/2023 pukul 14.15 mati total, pukul 16.12 hidup sampai Minggu 31/12/2023 itupun kecil dan pukul 09.30 mati lagi.

Menurut salah seorang ibu rumah tangga nande Gita Br Ginting (40) warga Jalan Deliplantir ujung Juma Njulu Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo, Sumut, menjelaskan kepada eXtreme.co.id bahwa air bersih yang disalurkan dari PDAM Tirtanadi Berastagi, ke rumah pelanggannya yang ada di kawasan jalan deliplantir sudah 4 (empat) hari mati total. “Untuk mencuci pakaian dan mandi terpaksa menggunakan air hujan”, katanya.

Setelah menerima penjelasan dari Br ginting, sekitar pukul 14.15 WIB, wartawan eXtreme.co.id menjumpai salah seorang pihak Tirtanadi.

Kemudian wartawan eXtreme.co.id menyampaikan kepada pihak Tirtanadi, Bahwa sejak Rabu 25/10/2023 sampai Sabtu 23/12/2023 hidupnya tidak normal selama 3 (tiga) bulan, dan Minggu 24/12/2023 sampai Sabtu 30/12/2023 mati total.

“Ya….. sore nanti kami cek kesana pak ! ” jawab pihak PDAM Tirtanadi kepada wartawan eXtreme.co.id di depan kantor PDAM Tirtanadi Berastagi.

Saat di jumpai lagi br ginting dan menanyakan kepadanya, apakah pihak PDAM Tirtanadi ada yang datang ke rumahnya untuk mengecek airnya, ” tidak ada yang datang ke rumah saya, tapi airnya semalam sore sudah hidup. Lihat ini pak” katanya. Saat br ginting memutar krannya, nyatanya air tersebut mati kembali.

Tentu saja hal ini membuat Br ginting kembali kesal dan kecewa atas kinerja pihak PDAM Tirtanadi Berastagi.

Harapan warga Hendaknya Kacab PDAM Tirtanadi Berastagi, sesekali turun kelapangan dan temui warga setempat untuk mengecek secara langsung tentang air bersih di kawasan jalan deliplantir.

“jangan hanya rekening pembayarannya saja yang dituntut, begitu juga dengan pembayarannya, kalau telat membayarnya didenda, Kami warga disini membutuhkan air mulai pagi hari sampai jam 9 dan sore harinya jam 6. Soalnya warga disini jam 9 pagi semuanya sudah berangkat keladangnya masing-masing dan jam 6 sore baru pulang dari ladang”, ungkapnya.

“di jam itulah kami membutuhkan air, kecuali hari minggu sebagian warga disini tidak keladang di hari minggu ini juga warga sangat membutuhkan air bersih”, ucap salah seorang warga kepada wartawan eXtreme.co.id.

 

 

(ROY/BG)

Iklan