Nganjuk,extreme.co.id-Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk Diduga kuat tak mau bersinergi dengan Aktivis pers atau wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tanjunganom Nganjuk, Jawa Timur memasang poster di pintu masuk, Sabtu 13 Januari 2024.

Informasi yang dihimpun media Group ada foto yang beredar, poster yang terpasang pada pintu masuk SMPN 1 Tanjunganom tertulis “PERHATIAN MAAF TIDAK MENERIMA TAMU LSM DAN WARTAWAN SAMPAI AKHIR BULAN MARET 2024” yang sengaja dipasang oleh pihak sekolah.

Dari beberapa sumber media di lapangan menyebut kalau Kepala Sekolah Ponco Yuliono mengaku Kerap Diminta Uang Saku, sehingga dirinya menolak kedatangan semua LSM dan Wartawan Masuk ke lingkungan Sekolah.

Sementara itu ditempat terpisah Siswanto Anggota LPKSM Cabang Nganjuk mengatakan, seharusnya tulisan tersebut tidak layak dan tidak patut terpasang didepan pintu masuk lembaga yang merupakan bagian dari badan publik sesuai dengan undang-undang.

“Kalau pada poster yang terpasang tidak menerima atau bisa dikatakan menolak tamu LSM dan Wartawan ada apa sebenarnya dengan Kepala Sekolah Ponco Yuliono SMPN 1 Tanjunganom? Padahal yang ditolak adalah aktivis yang dilindungi hukum,” kata Siswanto pada Jum’at (12/1/2024) siang.

Siswanto menambahkan, seharusnya Kepsek SMPN 1 Tanjunganom sebagai figur publik sesuai dengan undang-undang, paham dengan tupoksi LSM dan Wartawan.

“Jadi bukan dengan adanya beberapa oknum LSM dan Wartawan yang meresahkan, sudah menjustifikasi seluruh LSM dan Wartawan dipukul rata kalau bahasa jawanya di gebyah uyah,” imbuh Siswanto.

Siswanto menegaskan, bahwa dalam waktu dekat dirinya bersama rekan rekan media akan melayangkan surat somasi kepada dinas pendidikan dan Kepsek SMPN 1 Tanjunganom.

Sementara itu opik wartawan harian news mengatakan bahwa, kalau Kepsek SMPN 1 Tanjunganom sudah berpuluh-puluh kali dihubungi melalui telepon selulernya dan berdering namun tak kunjung diangkat.

“Rumor Yang Beredar Diluar ada beberapa oknum LSM dan Wartawan yang memanfaatkan profesinya untuk meminta yang bukan pada poksinya, seharusnya tidak dikasih, dikarenakan pada undang-undang pers sudah jelas bahwa tidak dibenarkan,”

Siswanto menambahkan, jangan alergi dengan kami karena kami datang untuk bersinergi.

“Sesuai dengan amanah undang-undang kami memiliki asas, fungsi, hak, kewajiban dan peranan pers, dan sudah jelas bahwa kedatangan kami adalah ingin ikut serta berkontribusi terhadap instansi, lembaga dan pemerintah,” imbuh aktivis LPKSM kondang itu.

Tidak ketinggalan imam wartawan sergap menyesalkan dan menyayangkan poster yang terpasang pada pintu masuk SMPN 1 Tanjunganom yang diduga dipasang oleh pihak sekolah.

“Kalau kecewa terhadap oknum LSM dan Wartawan yang tidak menjalankan tugasnya sebagai dengan undang-undang maupun kode etik seharusnya tidak perlu memasang poster itu, karena kalau menyebutkan LSM dan Wartawan itu berarti keseluruhan bahkan internasional,” kata pria yang akrab dipanggil Sakera.

Sakera menambahkan bahwa LSM dan Wartawan dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan perlindungan hukum.

“Kalau ada oknum LSM dan Wartawan yang keluar dari ketentuan mungkin itu lebih baik ditolak langsung, bukan harus memasang poster yang bernuansa penolakan terhadap kami,” pungkasnya.(R_win / Nang)

Iklan