Berastagi,extxtreme.co.id-Sehat Kemit salah seorang Satpam PDAM Tirtanadi Berastagi, yang mengusir wartawan saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalistik, pada hari Kamis 25/01/2024 sekitar pukul 11.15 WIB kemarin, yang katanya perintah dari Kepala Cabang (Kacab) PDAM Tirtanadi Berastagi bernama Yan Henry Zulfan, untuk mengusir wartawan.

Karena merasa kurang puas terhadap tingkah laku Satpam tersebut (Sehat Kemit), Jumat (26/2/2023) sekitar pukul 14.15 WIB, awak media ini menjumpai Kacab PDAM di ruang kerjanya. Untuk menanyakan apa benar yang di ucapkan Satpam (Sehat Kemit) itu perintahnya.

Zulfan selaku Kacab PDAM Tirtanadi Berastagi mengatakan bahwa dia tidak pernah memerintahkan Satpam untuk mengusir wartawan, ” Sehat Kemit telah mencemarkan nama baik saya, dan dia akan saya panggil untuk mempertanggunghawabkan ucapannya, karena tidak ada saya perintahkan dia untuk mengusir wartawan”, katanya.

Roy Prawira Pandia wartawan Extreme.co.id meminta kepada kacab agar Sehat Kemit dihadirkan diruang kantor ini, “kalau benar pak kacab tidak memerintahkannya, maka tolong panggil satpam tersebut agar saya tau mana yang benar”, ucap Roy.

Selanjutnya kacab menjelaskan kepada wartawan Extreme.co.id Senin-Selasa ada rapat di Medan jadi hari Rabu 31 Januari 2024 kita bertemu kembali disini dan saya akan panggil Sehat Kemit.

Menurut Roy, Sehat Kemit tidak pantas untuk dijadikan Satpam di PDAM Tirtanadi Berastagi, bagaimanapun oknum satpam itu akan kita tuntut sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Karena satpam tersebut telah menghalang-halangi tugas wartawan.

Dan permasalahan ini belum selesai bila Sehat Kemit belum dihadirkan, kita ingin bukti benar atau tidak apa yang diucapkan Sehat Kemit yang katanya bahwa pengusiran terhadap wartawan itu perintah kacab dan saat dijumpai kacab apa yang dikatakan Sehat Kemit itu tidak benar. Jadi untuk lebih jelasnya kita tunggu kekanjutannya Rabu 31 Januari 2024 mendatang. (Beton Ginting)

Iklan