Wajo,extreme.co.id-Masyarakat sebagai penerima manfaat dari pembangunan infrastruktur mengharapkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo untuk turut andil dalam pengawasan pengerjaan proyek- proyek yang ada di kabupaten wajo.

Agar kiranya hasil dari pekerjaan tersebut memberikan dampak positif yang nyata bagi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat, dengan salah satu prasyaratnya tentu tidak adanya praktik-praktik korupsi yang bisa mendegradasi kualitas pembangunan di kabupaten wajo.

Hal ini bukan tanpa alasan, melihat hasil dari pekerjaan rabat beton poros botto dongga-bencengnge yang baru seumuran jagung telah mengalami keretakan pada bagian badan jalan dan kerusakan pada bagian talud.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya yang ditemui media ini di botto dongga mengatakan rasa kurang puas melihat hasil akhir dari pekerjaan proyek ini.

” Kami berterima kasih karena jalanan yang telah lama rusak ini diperbaiki, namun kami merasa kurang puas terhadap kualitas pekerjaannya yang baru saja selesai dikerjakan namun sudah ada keretakan bahkan taludnya pun sudah ada yang amblas”, ungkapnya.

“dimana kita ketahui bersama bahwa jalan ini merupakan akses penghubung beberapa desa yang notabene nya merupakan kawasan pertanian. Tentu jalanan ini ketika musim panen akan dilalui mobil trek yang memuat gabah sehingga kualitas pekerjaan sangat diharapkan agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama”, lanjutnya.

Senada dengan warga lainnya yang enggan disebut juga namanya menyampaikan dugaan tidak maksimalnya proyek ini mungkin karena kurangnya pengawasan.

” Ya, kami menduga proyek ini tidak maksimal karena kurangnya pengawasan sehingga pemborong leluasa berbuat semaunya”, terangnya.

“Untuk itu sebagai masyarakat yang buta akan spesifikasi proyek mengharapkan anggota DPRD kabupaten Wajo untuk turun langsung melihat karena beliau beliaulah yang kami harapkan bisa memperjuangkan dan memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat”, Ucapnya kepada media ini (27 /12/23)

Sebagai bagian dari Fungsi Pengawasan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wajo, Taqwa Gaffar yang dikonfirmasi awak Media ini lewat pesan whatsapp rabu (27/12/2023) Hanya mempertanyakan lokasi pekerjaan tersebut.

” Dimana lokasinya beserta dokumentasi hasil pekerjaan dan siapa PPKnya”, Tanyanya.

Diharapkan setelah ini, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wajo menjadikan keluhan masyarakat terkait pekerjaan tersebut menjadi atensi dan turun langsung melihat kondisi dilapangan.

Sementara Kepala Bagian Laboratorium dinas PUPR Kabupaten Wajo, Arief Betta yang dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait kualitas dan hasil uji lab atas mutu pekerjaan tersebut belum memberikan tanggapannya.

Begitupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga belum bisa dihubungi awak Media ini.

Untuk diketahui Proyek rekonstruksi jalan yang di kerjakan CV HASTEN, Sebagai Supervisi PT Widya Sarana Consultant, dengan Nilai Kontrak Rp.7.352.074.356. Sumber anggaran dari DAK, Volume Kerja 2.700 M X 4, 5 M dan Pelaksanaan 150 Hari.

 

Iqbal Red. extreme

Iklan