Blitar (Extreme.co.id ) – Merasa di dirugikan oleh Teguh dan Jauari akhirnya Markanto biro travel blak blakan buka suara.

Seperti diketahui bahwa Kunjungan Kerja Industri (Kukrin) adalah Salah Satu program sekolah Yang Wajib diadakan setiap sekolah Setingkat Sekolah Menengah Kejuruan.
Seperti hal nya yang diadakan di SMK PGRI Wlingi Blitar ini. Meskipun Kegiatan Kukrin industri yang di adakan oleh SMK PGRI wlingi blitar ini sudah terlaksana namun kenyataan nya masih menyisakan banyak masalah terutama proses administrasi dan pelaksanaanya yang tidak sesuai dengan budget.

Dimulai dari sistim pengadaan nya sudah banyak intrik dan tidak terbuka untuk tender karena dijadikan Bisnis abadi Oleh Oknum Kepala Sekolah Bambang Setiyono Bersama Staf Kepercayaan Juari dan Teguh.
Dalam Praktek nya Baik Juari Dan Teguh Punya Peranan Masing Masing Untuk Mengkordinir Kegiatan Program Setiap Tahun Tersebut.

Peran Juari Sebagai Otak Yang Melakukan Survey Dulu Ke Beberapa Tempat Yang Akan Dijadikan Tujuan Kukrin Para Siswanya.
Peran Teguh Menghandle Biaya Kukrin di Perusahaan Yang Akan Dituju Oleh Para Siswanya.Setelah Itu Baik Juari Ataupun Teguh Mengajukan Ke Bambang Sang Kepala Sekolah SMK PGRI wLingi untuk menindak lanjuti hasil Survey nya. setelah itu bambang ketok palu untuk memerintahkan juari dan Teguh mengakomodir nya.

Begitu Mendapatkan Sinyal Dari Sang Kepala Sekolah Barulah Juari Melangkah Dengan Cara Mencari Biro Jasa Event Organizer Yang Tidak Punya Pengalaman alias Masih Pemula dan tidak bersertifikasi dalam Asosiasi pariwisata,tujuannya tak lain supaya Juari Dan Teguh Bisa Menyetir EO tersebut sesuai permintaannya.

Dari Beberapa Biro Jasa Perjalanan Wisata di Blitar Mayoritas EO lama otomatis sudah berpengalaman tapi justru ini dihindari oleh Juari dan Teguh yang akhirnya memilih Markanto Dari Jasa EO Kentung Tour Yang Alamat Domisili Kantornya tidak pasti alias kontrak pindah pindah bahkan legalitasnya tidak jelas.

Setelah Melakukan Pertemuan Dengan Markanto Dan terjadilah kata sepakat yang ditandai dengan sebuah perjanjian MOU Untuk Penanganan Kegiatan Kukrin Di SMK PGRI Wlingi Season Pertama pada tahun 2022 berjalan dengan kurang Sempurna Karena dari rumor yang beredar Kentung Tour Masih Punya Kekurangan di PO. PANDAWA 87 Waktu itu.

Seiring Berjalan waktu dan Adanya celah untuk meraup keuntungan yang luar biasa Juari dan Teguh pada tahun 2023 kembali MOU dengan Markanto dengan Harapan bisa lebih banyak uang yang diperolehnya karena jumlah siswanya lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Juari dan Teguh pun kembali mendatangi Markanto utk kerjasama yang kedu kalinya namun kali ini langsung tanpa basa basi karena Juari dan Teguh merasa sudah kenal dan menyerahkan uang sebesar 450.000.000 untuk dipakai kegiatan Kukrin ke Bali tahun 2023.

Saat penyerahan uang tersebut dilakukan di sebuah warung kopi yang bernama Warkop KPK yang terletak di sebelah barat kantor kan kab Kanigoro blitar,uang sebesar 450.000.000 tersebut diserahkan langsung oleh Juari dan Teguh bersama Sopir kepala sekolah SMK PGRI WLingi langsung ke Markanto.

Setelah Menerima Uang 450.000.000 Tersebut Markanto Langsung Membagi sesuai Kesepakatan Awal Yaitu 45.000.000 Jatah Kepala Sekolah Pribadi, 27.000.000 Untuk Panitia ( Juari & Teguh Red), 56.000.000 Untuk Biaya Kukrin Yang Di handle Teguh, 31.500.000 Uang Untuk Kaos Peserta Juga Di handle Oleh Teguh.
Sedangkan sisanya Digunakan Untuk Uang Muka Sewa Bus PO. Juragan 99 Sebesar 30.000.000 dan dikembalikan ke Panitia sebesar 50.000.000.

Karena baru merasa di kerjain oleh Juari Dan teguh soal keuangan tersebut, Markanto pun berubah Pikiran Untuk Tidak mau memberangkatkan Kukrin tersebut dengan alasan Budget nya kalau dipakai ke Bali inan 2 malam + Masuk GWK kurang.
Markanto Menawarkan untuk pemberangkatan Ke Bali hanya mampu inap semalam tanpa masuk ke GWK karena Budget yang dipegang sudah tidak nutut.

“Lha Uang Tinggal Segitu Belum Lagi Tak Pakai Nutup Hutang Ke PO. PANDAWA 87 yang dipakai tahun kmrn karena masih kurang otomatis saya gak mampu mas.,” tandas markanto kepada media,” Minggu ( 28/01/2024).

Markanto Menambahkan sebenarnya sudah tak kasih solusi karena semua biaya diambil alih sama Juari dan Teguh akhirnya kegiatan tersebut ditangani sendiri oleh Juari dan teguh dengan tujuan ke Bali tapi inap semalam tanpa gwk juga, lha itu dikelola sendiri inab semalam juga jelas Markanto.

Sementara Itu ditempat terpisah Juari dan Teguh saat dikonfirmasi Media membenarkan soal putus kontrak ditengah jalan dengan pihak kentung tour.
Juari dan Teguh merasa diperlakukan tidak fair oleh markanto.

Bahkan rumor yang tersebar pasca Mencuatnya Kasus Kukrin di SMK PGRI WLingi Juari sudah tidak kelihatan lagi dikarenakan sakit, sedangkan Teguh Masih Berupaya sering mendatangi Rumah Markanto di Doko dengan maksud meminta sisa uang yang dibawa Markanto kemarin.
Bambang Setiyono Hingga berita ini diturunkan tidak pernah berkenan untuk menemui awak media. (R_win)

Iklan