Lampung,extreme.co.id-Berantas Narkoba Maksiat Republik Indonesia (BNM RI) mengapresiasi Polda Lampung melakukan pemusnahan barang bukti ratusan kilo narkotika, obat terlarang dan berbahaya (narkoba), dipenghujung Tahun, bertempat di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Jumat 29 Desember 2023.

Barang bukti yang di musnahkan Jenis Sabu (metilamfetamina), Ganja (Tetrahidrokanabinol) Ekstasi (Metilendioksimetamfetamina), Tembakau Sintetis serta minuman keras hasil pengungkapan kasus periode bulan November sampai Desember 2023.

Perwakilan dari Gubernur Lampung, Ketua DPRD Prov Lampung, Danrem 043 Gatam, Ketua Pengadilan Tinggi Lampung, Kepala Kejati Lampung Danbrigif 4 Marinir, Kepala BNN Prov Lampung, Danlanal Lampung, Kalapas Kelas I Bandar Lampung dan Para Pejabat Utama Polda Lampung serta Kapolres/Ta jajaran Polda Lampung ikut hadir dalam kegiatan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung pemusnahan barang bukti yang berhasil di ungkap oleh Ditresnarkoba Polda Lampung dan jajaran Polres/Ta Polda Lampung dalam kurun waktu 2 bulan terakhir.

Barang bukti yang dimusnahkan dengan total ganja sebanyak 59,5 Kg, shabu sebanyak 117,9 Kg, ekstacy sebanyak 980 butir, miras 8.714 botol dan 435 liter tuak. ,” ujar Kapolda Lampung usai memaparkan rilis akhir tahun 2023 di Mapolda Lampung,(Jumat,29/12/2023)

Ia menambahkan, pengungkapan ini merupakan selama kurun 2(dua) bulan terakhir tersebut dengan jumlah LP 21 kasus dengan tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 41 orang tersangka.

Para pelaku tersebut di jerat dengan pasal berlapis Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati.

“Dari jumlah barang bukti yang dimusnahkan ini diperkirakan dapat menyelamatkan jiwa sebanyak kurang lebih 1.647.218 orang, dengan nilai ekonomis Rp.448.740.175.000-,” Tutup Kapolda

“Atas nama BNM RI kita apresiasi Polda Lampung dalam pemusnahan barang bukti Narkotika dan minuman keras. Polda Lampung yang tanggap dengan BNM RI , kita diundang, kita melihat Polda Lampung sudah transparansi kepada publik dalam pemusnahan barang bukti Narkotika itu,” kata Ketum BNM RI Fauzi Malanda, RDB, SH.

Fauzi Malanda berujar, saat pemusnahan barang bukti narkoba, pihaknya melihat proses pemusnahan barang bukti dengan cara pemblenderan, Karena jumlah barang bukti sangat banyak dilakukan pembakaran di Krematorium Lempasing.

“Kita harap polisi lebih tanggap, peduli dengan melibatkan organisasi pegiat anti narkotika seperti kita,” ucapnya.

Fauzi Malanda.RDB,SH. meyakini, Polda Lampung di bawah kepemimpinan Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., bisa meminimalisir peredaran narkoba di Bumi Ruwa Jurai.

“Ini sejalan dengan upaya Brantas Narkotika Maksiat Republik Indonesia (BNM RI) untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari segala bentuk kejahatan Narkotika dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat, tentunya diperlukan kerjasama yang intensif dari semua pemegang kepentingan untuk mencegah anak – anak kita agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan perbuatan melanggar hukum lainnya,” Ujar Fauzi Malanda Ketua Umum Brantas Narkotika Maksiat Republik Indonesia.

 

(Suherman – Lampung)

Iklan