Yogyakarta,extreme.co.id-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia ( AWPI ) angkat bicara soal beredarnya pemberitaan yang kurang enak dan terkesan menvonis seorang wartawan dengan sebutan “Wartawan GADUNGAN” yang menimpa sahabat Wartawan yang sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Kulonprogo tentang dugaan penipuan.

Paiman MS menjelaskan saat di konfirmasi awak media bahwa dalam berkarya atau menulis sebuah permasalahan kasus sebelum adanya keputusan dari pengadilan, hendaknya kita mengedepankan asas Praduga tak bersalah, bukan langsung memvonis seseorang.

“Sesuai dengan kode etik jurnalis dalam penulisan berita jelas kita kedepankan asas praduga tak bersalah,” jelasnya Jumat (1/12/2023).

“Apalagi ada kata “Gadungan” seorang wartawan kalau mempunyai redaksi maupun id card dari perusahaan pers yang dinaungi dan sudah menciptakan karya jurnalis secara otomatis jurnalis tersebut benar wartawan, bukan Abal-Abal ataupun gadungan”, lanjutnya.

Paiman juga berpesan kepada seluruh wartawan yang tergabung dalam wadah AWPI harus selalu Independent dan bisa menyajikan berita -berita yang seimbang dan profesional.

Disinggung mengenai Kabupaten yang sudah terbentuk pengurusan DPC Paiman menyampaikan bahwa saat ini yang baru terbentuk baru Gunungkidul,

“Karena sesuai instruksi dari DPP diharapkan semua pengurusan AWPI yang sudah terbentuk di haruskan melakukan register ulang pengurusan dan jika tidak melakukan register ulang maka pengurus tersebut dinyatakan tidak ada atau tidak diakui oleh DPP,” Pungkasnya.

 

Tim Red. extreme.co.id.

Iklan