Rejanglebong,extreme.co.id-Pada 5 Desember 2023, saat Hadiri Undangan Forum Konsultasi Publik terhadap Ranwal/Rancangan Awal RPJPD Kabupaten Rejang Lebong thn 2025 – 2045 yang bertempat di Gedung Pola Rejang Lebong.

Forum yang mengundang Para Pejabat di lingkungan Pemda Rejang Lebong, Perwakilan Dandim 0409 Serta Polres Rejang Lebong, juga mengahdirkan Narasumber di antara nya dari Kementerian Dalam Negri,serta Tokoh Masyarakat,Toko Pemuda,Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Masyarakat dan lain lain.

Yang menarik saat sesi tanya jawab,

Salah Satu Perwakilan dari Ormas AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) yaitu Pak Hairul menyoroti tentang Permasalahan Tambang Galian C, yang di duga menyalahi serta melanggar Aturan Tata Ruang dan Wilayah, juga ilegal Loging.

“Maraknya Perambahan Hutan ilegal Loging di Wilayah Rejang Lebong dalam kawasan Hutan TNKS, Melibatkan Oknum TNI dan Polisi”, ujar nya dengan Nada tinggi,

Lebih Baik Kantor TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) di Rejang Lebong di Tutup atau Bubarkan Saja Pak”, sembari mentap tajam ke depan dimana Para Nara Sumber Duduk.

Awak Media Extreme, mencari tau untuk mengkorfirmasikan hal tersebut di atas kepada Kepala Kantor TNKS Rejang Lebong, tapi krn Kesibukan jelang ahir tahun, dirinya sering Dinas Luar tidak berada di tempat.

Pada Kamis 4 Januari pukul 11 Siang, baru lah Awak Media bisa bertemu dan di terimah langsung oleh Mahpud Kepala TNKS Rejang Lebong di Ruang kerjanya.

Tentang kawasan Hutan yang di Rambah, Kepala TNKS mengatakan, “Kami telah lakukan upaya Pengawasan, akan tetapi karena jumlah Personil yg minim Polsus Kehutanan yang hanya 5 Personil, sangat berat unutk mengontrol luas Hutan di Rejang Lebong yang 26ribu Hektar”, ujarnya.

Ketika di tanya berapa ideal nya jumlah Polsus untuk itu, “setidak nya ada 20 Personil, itu pun belom memadai, tetapi paling tidak bisa meringankan mengawasi Pintu keluar masuk yang Rawan tersebut.

“Kami juga bekerja sama dengan Masyarakat yang Peduli, Seperti Kelompok Tani Hutan, Perempuan Peduli Lingkungan yang ikut mengontrol mengawasi”, terangnya.

Ketika di tanya berapa anggaran setiap Tahun untuk kegiatan Kelompok Masyarakat tersebut, Mahpud katakan tak ada anggaran nya,

“Kami hanya menbina mensosialisasikan betapa penting nya menjaga kelangsungan hidup Ekosistem”, jelasnya.

Tentang Oknum TNI, Polisi yang terlibat dalam kegiatan ilegal Loging, Mahpud katakan, “Kami temukan Kayu kayu yang di Tebang, tapi tak menemukan Pelaku nya,

Akan tetapi di satu sisi Memang ada salah satu Oknum yang terlibat, Saya sudah bicarakan dan Berkordinasi dengan Pak Dandim 0409, juga Polres Rejang Lebong”, jelasnya.

“Beliau menyambut Positif serta akan menindak lanjuti jika ada Bukti Oknum anggota yang terlibat, akan Kita Proses sesuai Hukum yang Berlaku”, Pungkas nya.

 

Putra

Iklan