Karimun,extreme.co.id-Peristiwa Kebakaran yang merenggut 2 ( dua ) korban nyawa sekaligus meluluh lantakkan 8 Unit ruko yang terletak di Jalan Pemuda Rt.02 Rw.02, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur Karimun (belakang pasar tradisional Mutiara) pada Jum’at,(22/12/2023).

Keterangan yang diperoleh Media ini dari Kapolsek Kundur AKP. Septimaris, SE., Menyampaikan, Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 Wib dinihari, Jum’at (22/12/2023), adapun penyebab kebakaran sampai dengan berita ini dikirim masih dalam pengembangan penyelidikan.

“Terkait kejadian kebakaran ini sudah kita serahkan ke pihak Polres Karimun,intinya peyebabnya belum kita ketahui secara pasti peyebab kebakaran”, terang AKP Septimaris, SE.,.

Adapun dari keterangan beberapa saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, asal datangnya api penyebab kebakaran adalah dari sebuah Toko Elia sekitar pukul 02.30 wib dinihari, pada saat saksi berada tidak jauh dari peristiwa naas tersebut.

Dan saksi lainnya pada sekitar pukul 02.30 melaporkan kejadian tersebut ke fihak Polsek di Kundur Karimun sekaligus meminta bantuan tim pemadam kebakaran Kecamatan Kundur.

Dari sumber yang berada dilokasi menyebutkan dalam waktu tidak berapa lama Tim pemadam kebakaran Kecamatan Kundur datang ke lokasi kejadian,namun si jago merah sudah semakin membesar hingga fihak tim pemadam di bantu oleh warga dan petugas cukup dibuat kewalahan hal tersebut.

Banyak bahan -bahan yang mudah terbakar di lokasi ruko tersersebut seperti beberapa toko penjual sepatu dan sandal berbahan karet dan pakaian,setelah berjibaku dengan kobaran api sekitar pukul 06.30 wib apin baru dapat dijinakkan.

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, 2 Orang pekerja di toko Elia dinyatakan meninggal dunia yakni pria berinisial T (17 tahun) dan A (17 tahun),di duga keduanya pada saat kejadian sedang tidur dikamar tidur sehingga terperangkap oleh kobaran api,sehingga pada saat api mulai padam kedua korban berhasil dievakuasi oleh tim dari Polsek Kundur dalam kondisi sudah gosong.

Dari peristiwa naas kebakaran tersebut diperkirakan kerugian material sebesar 3

Miliar rupiah, demikian menurut sumber fihak berwenang setempat.

 

 

Pewarta : DRN

Iklan