Jepara,extreme.co.id-Kasus yang di sangkakan menurunan citra Polri, Gara-gara memberi Uang/nyawer Biduan, Yang di alami salah seorang Anggota Polisi Polsek Kedung, Aiptu Heribertus Sudrajad, sebagai Ps. Ka. SPKT Polsek Kedung, Polres Jepara, Polda Jateng. Dirinya di Sidang Etik di Polda Jateng, Jumat 16 September 2023.

Berdasarkan informasi yang di gali Tim Investigasi Media extreme dari Putra putri Drajat di sampaikan bahwa Orang tuanya, dalam putusan Sidang Etik Polri orang di jatuhi sanksi Etika dengan meminta maaf secara lisan maupun tertulis di depan Sidang KKEP kepada Pimpinan Polri melalui KKEP dan pihak yang di rugikan.

Selain itu Sudrajad harus menjalani hukuman di tempat khusus selama 30 hari dan akan di mutasi yang bersifat Demosi selama dua tahun ke Polres rembang.

Dalam hal ini salah satu putra Sudrajad menyatakan bahwa, “kalaupun Papa saya nyawer dan di Sidang Etik, dengan putusan kena Sanksi etika dan harus meminta maaf kepada Pimpinan Polri juga pihak yang di rugikan, lalu siapa yang di rugikan papa saya”, jelasnya.

“Kenyataannya dalam Sidang Etik Polri, Bukti sejumlah uang harusnya ada di persidangan, dan biduannya juga di hadirkan sebagai saksi, tapi kenapa BB yang di persidangan hanya sekrinsutan yang tidak jelas apakah papa saya memberi uang atau tidak serta dua Flashdisk yang tidak di putar dalam persidangan”, Tandasnya.

” Terkait Laporan Model A adalah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, atau mengetahui langsung peristiwa yang terjadi, dan tidak mungkin si pelapor ini ada di TKP”, tambahnya.

“Sejujurnya kami sebagai anak dari papa kami tidak menerimakan dengan putusan yang di Jatuhkan pada papa kami, yang tidak adil”, tandas Putri Drajat dengan Nada terisak.

” Bukanlah banyak sekali masalah di Jepara yang tidak tersentuh oleh hukum, seperti Narkoba, penculikan dan penganiayaan dan masih banyak lagi kasus-kasus besar di Jepara, apalagi Perjudian masih marak di kota ukir ini, mohon para penegak hukum itu juga di tindak”, tandasnya.

“Untuk itu, kami mohon kepada bapak Kapolres Jepara, Bapak Kapolda Jateng, dan Bapak Kapolri memberikan keadilan pada papa kami, jangan tebang pilih, tolong tinjau kembali kasus bapak saya apakah sebanding dengan pengabdian papa kami, kami masih butuh sosok papa yang mengayomi anak-anaknya”, harapnya.

” Kami tidak akan berhenti menyuarakan jeritan seorang anak yang meminta keadilan untuk orang tua kami, yang di rasa masalah papa kami hanya sepele, dan kalaupun ada yang di rugikan, kami ingin tahu siapa orangnya”, pungkasnya.

 

Tim Red. extreme

 

Iklan